EKH Bird Farm

EKH Bird Farm
peternak LB trah Juara

Sabtu, 28 Maret 2015

Uji Nyali Merawat Kacer Mbagong

Popularitas burung Kacer (Copsychus Saularis) memang pasang surut. Namun, penggemar Kacer seakan-akan tidak pernah menurun. Terbukti, di tiap gelaran lomba, kelas Kacer selalu meriah, karena tak jarang Kacer masuk dalam kelas utama lomba burung berkicau. Namun, memelihara Kacer butuh keberanian tersendiri, karena selalu dibayang-banyangi momok Kacer mbagong atau istilah lainnya mbedesi, mbalon, atau kuda laut, yaitu memekarkan bulu dan menekuk kepala seperti bentuk kuda laut dan bersuara “cir” berulang-ulang.Kacermania paling takut bila kacer miliknya mbagong, karena hal itu merupakan sebuah aib jika terjadi di gantangan lomba. Bahkan, jika sudah tidak yakin, karir Kacer tersebut bisa dikatakan berakhir.

Padahal, tanpa kita sadari, sebagian besar Kacer yang juara pun pernah mengalami mbagong. Tapi karena kejelian dan ketelatenan yang merawat, sifat mbagong Kacer tersebut bisa dihilangkan.
Karena pada dasarnya, karakter mbagong adalah alamiah bagi Kacer sesuai kondisi tubuh dan mentalnya. Burung Kacer yang bagus pun, pasti memiliki karakter mbagong. Namun karena kondisinya yang terawat dengan bagus, sehingga kesehatan dan mentalnya terjaga dari kejadian mbagong.
Untuk menghindari malu memelihara Kacer mbagong, banyak yang menyarankan untuk membeli di lapangan latber atau lomba, karena sudah teruji. Namun, hal itu bukanlah jaminan 100% Anda tidak mendapatkan Kacer mbagong, karena rawatan Anda juga sangat menentukan nantinya.
Penyebab Kacer mbagong pun berbeda-beda antara burung satu dengan burung Kacer lainnya. Karena banyak faktor internal dan eksternal yang bisa mempengaruhi kondisi fisik dan mental Kacer tersebut. Karenanya, merawat Kacer harus mencari tau dan mencatat apa saja kira-kira berpotensi memicu Kacer yang dirawatnya mbagong. Sehingga, pengondisian secara maksimal bisa dilakukan dan diharapkan karakter mbagong tidak muncul saat digantang.
Bagaimanapun, sebagai makhluk hidup, kondisi kesehatan Kacer tidak bisa selalu fit, birahi stabil, dan sebagainya. Karenanya, yang paling penting dalam merawat Kacer adalah bagaimana menjaga kondisinya selalu fit.
 Tak kalah dengan jenis burung lomba lainnya, bermain Kacer juga ada seninya. Dengan memahami karakter burung dan menyesuaikan asupan makan dan vitaminnya, setidaknya perawat Kacer tidak deg-degan saat menurunkan Kacer di ajang lomba.
 Menyelidiki Penyebab Kacer Mbagong
Seperti sudah diungkapkan di atas, mbagong adalah karakter alamiah Kacer yang sudah bawaan sejak lahir. Jika ada Kacer yang anti mbagong, perbandingannya adalah 1:1000 mungkin lebih.
Rawatan kurang maksimal biasanya menjadi penyebab utama Kacer mbagong. Jika Kacer sudah terlanjur full mbagong, sebaiknya tidak dibawa ke lomba, karena akan sia-sia. Tetapi jika mbagong hanya karena kurang pengalaman di ajang lomba, masih besar kemungkinan untuk dihilangkan sifat mbagongnya. Bagi Kacer yang belum pengalaman di lomba, apalagi tidak mendapatkan rawatan lomba, Kacer berpotensi mbagong dan akan nampil sebentar. Kacer yang belum terbiasa ikuti lomba dan tenanganya kurang, rawan demam panggung,
Penyebab lainnya, adalah perawatan yang kurang tepat. Baik dalam hal mandi, jemur dan pemberian ekstra fooding (EF). Karena Kacer adalah burung yang bersifatfighter, maka perlu pengontrolan yang tepat atas birahinya.
Beberapa pemain Kacer percaya, kebanyakan mandi akan mengundang birahi. Dalam keadaan basah, Kacer akan sering merawat bulunya sewaktu dijemur (ndidis) sehingga bisa memancingnya gampang mbagong. 
Karena Kacer termasuk burung yang suka cuaca panas, maka pemberian EF kroto sebaiknya sedikit saja agar birahinya tidak meningkat. Sementara pemberian jangkrik bisa 10-20 sehari karena tubuh jangkrik bersifat dingin dan berfungsi menjerihkan suara. Kebanyakan EF, seperti kroto, jangkrik, dan ulat hongkong, juga memicu Kacer mbagong karena terlalu kekenyangan berujung ke peningkatan birahi. Karenanya, pemberian buah-buahan sangat disarankan untuk menurunkan birahinya saat kebanyakan mengonsumsi EF lainnya.
Selain itu, intensitas penjemuran yang berlebihan juga membuat Kacer rawan mbagong. Penjemuran yang tepat adalah saat matahari terbit sampai pukul 09.00 atau 10.00 WIB.
Saat memasuki area lomba, disarankan Kacer dijaga kondisinya agar tetap optimal. Perawat harus tahu kondisi apa dan penyebab apa Kacer itu biasanya mbagong dan dalam kondisi seperti apa yang tidak membuat mbagong jika ketemu Kacer lain. Dengan mengetahui hal itu, bisa menekan semaksimal mungkin agar Kacer tidak mbagong saat digantang.
Selain mbagong, masalah lain yang menghantui Kacer adalah mabung tidak tuntas, gampang rontok bulu, nyekukruk tidak semangat, tidak mau nagen atau nampil di lomba, dan turun tangkringan. 









Jumat, 27 Maret 2015

Menjaga karakter dan mental cendet yang baru dibeli



Cendet kini makin digemari kicaumania di Indonesia, terutama lantaran suaranya yang kencang dan variatif. Dalam berbagai lomba burung berkicau, kelas cendet juga diluberi peserta. Transaksi jual-beli burung cendet, baik trotolan, bakalan, maupun sudah jadi, pun makin ramai.
Namun tidak sedikit pemula yang mengeluhkan cendet yang baru dibelinya ternyata berubah sifat dan karakternya. Misalnya, saat dipantai rajin bunyi, setiba di rumah menjadi jarang bunyi.
Umumnya setiap burung yang baru dibeli, baik dari kios / pasar burung maupun take-overdari rekan, cenderung mengalami apa yang disebut stres lingkungan. Dibutuhkan waktu beberapa hari bagi burung untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Berikut ini beberapa tips untuk mempercepat proses adaptasi, sekaligus menjaga karakter dan mental cendet yang dibeli.
Ketika membeli cendet di kios / pasar burung, biasanya pedagang memberikan wadah berupa besek atau kantong semen untuk membawa burung tersebut. Karena itu, sebelum hunting cendet, sebaiknya Anda menyiapkan sangkar harian yang nanti bisa digunakan jika burung sudah sampai di rumah.
Sangkar dicuci dulu dengan air hingga bersih. Lebih dianjurkan lagi kalau dibilas menggunakan sabun  Tindakan preventif ini diperlukan untuk mencegah bakteri, jamur, dan parasit (tungau, kutu, cacing) yang kemungkinan menempel pada tubuh cendet selama berada di pasar burung.
Begitu tiba di rumah, pindahkan cendet yang baru dibeli ke dalam sangkar yang sudah disiapkan. Setelah itu berikan pakan dan air minum yang bersih. Untuk mencegah stres pada tahap awal adaptasinya. 
Selain itu, masukkan 2 ekor jangkrik ke dalam cepuk pakannya. Jangan berikan jangkrik menggunakan tangan kita, terutama untuk burung yang baru dibeli. Setelah itu, gantang sangkarnya di tempat sejuk, baik dikerodong maupun tidak (tergantung ramai-tidaknya suasana di sekitar rumah Anda).
Note: Anda juga bisa membawa sangkar harian dari rumah. Begitu terjadi transaksi di pasar / kios burung, cendet bisa langsung dipindahkan ke dalam sangkar tersebut. Namun, sangkar juga harus dibersihkan dulu.
Kalau cendet sudah berada di rumah selama 1 minggu, silakan cek apakah burung sudah nagen di atas tangkringan, tidak nakal / salton. Kalau memang sudah anteng, sebaiknya tenggeran yang ada dalam sangkar dipertahankan. Ini untuk menjaga agar karakter dan mentalnya tidak berubah,
Pasalnya, tenggeran dianggap nyaman oleh burung sehingga dia betah nangkring di atasnya. Dalam beberapa kasus, perubahan karakter dan gaya bertarung pada cendet muncul ketika ia dipindah ke sangkar baru dan menggunakan tenggeran baru pula.
Untuk mempercepat bunyi, cendet bisa menjalani terapi mandi malam. Ini dilakukan sehari setelah burung tiba di rumah. Setelah itu berikan kroto (1 sendok teh) dan 1 ekor jangkrik saat burung dikeringkan dalam ruangan dengan cahaya terang. Selanjutnya dikerodong, dan biarkan cendet beristirahat hingga esok harinya.
Hal lain yang dapat mempercepat cendet bunyi adalah memberikan voer dengan kadar protein tinggi, atau berikan tahu sebagai pakan tambahan, pada waktu burung diembunkan. Setelah matahari terbit dan cendet dijemur, pakan voer bisa diganti dengan yang biasa.
Menjaga karakter dan mental cendet yang baru dibeli juga bisa dilakukan dengan rutin memandikannya pada pagi dan sore hari. Selain itu, untuk mencegah stres, sebaiknya durasi penjemuran tidak lebih dari 2 jam.
Selama masa adaptasi, cendet harus rutin mendapatkan pakan berkadar protein tinggi seperti jangkrik, belalang, ulat hongkong, atau kroto setiap harinya.
Setelah burung bisa beradaptasi, yang terlihat dari perilaku yang anteng, tidak gelisah, dan mulai rajin berbunyi, maka perawatan harian bisa mulai diterapkan. Perawatan harian ini disesuaikan dengan karakter cendet. Jika Anda membelinya dari rekan, sebaiknya tanyakan setelan hariannya.
Itulah beberapa cara menjaga karakter cendet yang baru dibeli agar tetap rajin berbunyi, tidak nakal / salto, serta punya mental yang lebih baik daripada sebelumnya.

tips mengatasi gangguan tikus terhadap burung peliharaan

Beberapa waktu lalu, Ane kehilangan kenari Urat Mas, gaco langganan juara.. Urat Mas mati dihajar tikus, dengan tubuh tercerai berai, serta bulu-bulu berserakan di dasar sangkar. Sebenarnya, ada nggak sih cara efektif untuk mengatasi serangan tikus terhadap burung kicauan? Berikut ini beberapa tips mengatasi gangguan tikus terhadap burung peliharaan Anda di rumah, baik burung kicauan, burung hias, maupun klangenan seperti perkutut, derkuku, dan puter, serta burung yang ada di penangkaran.



Dalam beberapa kasus, tikus-tikus faham kalau telah dijebak. Sehingga ketika melihat rekannya mati oleh jebakan, tikus yang selamat mencoba menghindari jebakan tersebut.
Ini mirip dengan racun tikus, di mana tikus yang selamat namun melihat rekannya mati biasanya enggan menyentuh makanan yang sama. Begitu pula dengan penggunaan lem tikus. Agaknya, tikus punya memori bagus untuk mengingat marahabaya.
Jebakan, racun, dan lem efektif saat kali pertama dipasang. Namun, sesudahnya, tikus-tikus yang pernah melihat akan menghindarinya. Kecuali jika tikus-tikus tersebut tak pernah melihat rekannya mati akibat perangkap yang kita pasang.
Tetapi haruskah kita menyerah dan membiarkan burung kesayangan atau burung yang diternak mati sia-sia akibat dimangsa binatang pengerat ini?

Oke, sekarang kita coba tiga metode lain untuk mencegah dan / atau mengusir tikus, setidaknya agar tak mendekati sangkar atau kandang penangkaran burung. Ketiga metode ini adalah :
  1. Menggunakan alat pengusir tikus elektronik.
  2. Menggunakan aroma-aroma yang membuat tikus enggan datang.
  3. Membuat kapok atau memberi trauma pada tikus
Berikut penjelasan dari ketiga metode yang dimaksud.
1. Menggunakan alat pengusir tikus elektronik

Ultrasonik pengusir tikus
Perkembagan teknologi telah membawa kita pada era di mana semuanya serba elektronik. Mulai dari pemasteran burung hingga perawatan burung yang stres melalui terapi brainwave.
Begitu juga penggunaan gelombang suara tertentu yang diklaim bisa mengusir tikus atau serangga-serangga seperti kecoak, laba-laba, dan sebagainya.
Selama ini masih banyak penggemar burung yang bertanya-tanya, apakah gelombang ultrasonik yang dihasilkan alat tersebut cukup aman pada burung peliharaan ?
Dari berbagai tulisan dan artikel-artikel yang membahas mengenai masalah ini, dapat disimpulkan bahwa hal tersebut tergantung frekuensi yang digunakan.
Di beberapa negara dijual alat-alat serupa untuk mengusir burung liar. Efeknya, suara dari alat ini mampu mengganggu burung, yang membuatnya gelisah dan akhirnya enggan menghampiri sumber suara tersebut.
Karena itu, jika Anda ingin menggunakannya, pastikan alat ultrasonik ini sudah terbukti keampuhannya. Sebab kita tidak bisa mendengar suaranya. Pengalaman para penangkar burung yang pernah memakai alat ini tentu akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat baik.
Selain itu, sebelum digunakan, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan penjual / produsen mengenai efektif dan tidak peranti elektronik pengusir tikus atau serangga. Apakah alat tersebut tidak mengganggu atau menyakiti hewan peliharaan lain seperti burung, terutama burung yang sedang bertelur, juga anakan atau piyik yang baru menetas.

2. Menggunakan aroma-aroma yang membuat tikus enggan datang
Salah satu cara yang relatif aman untuk mengusir tikus adalah menggunakan bau-bauan atau aroma yang berasal dari bahan-bahan khusus yang ditakuti atau dihindari tikus. Biasanya aroma dan bau-bauan ini menggunakan tanaman atau buah tertentu, yang aman bagi manusia dan hewan peliharaan lainnya.
Beberapa buah, daun, dan bagian tanaman lain yang bisa digunakan untuk mengusir tikus adalah:
a. Mengkudu
Buah mengkudu banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia ataupengobatan. Selain itu, aromanya juga cukup ampuh untuk mencegah dan mengusir tikus yang mengganggu.
Caranya, potong buah mengkudu, lalu letakkan di lokasi yang sering dilalui tikus atau di sekitar kandang penangkaran burung.
b. Durian
Selain terkenal kelezatannya, aroma wangi buah durian (Durio zibethinus) mampu membuat tikus enggan datang. Bagian yang digunakan untuk mengusir tikus adalah kulitnya saja (kalau isinya untuk Anda saja, he.. he.. he…).
Potong kulit durianmenjadi beberapa bagian, letakkan di tempat-tempat yang sering dilalui tikus, misalnya  dasar kandang penangkaran, di samping kadang penangkaran, atau tempat lainnya.
Bau dan aroma menyengat dari kulit durian mampu mencegah tikus datang kembali. Namun, tikus masih berpotensi datang lagi, ketika kulit durian mulai kering dan aromanya sudah hilang.
Namun jika, Anda beruntung, biasanya tikus-tikus tidak akan datang lagi karena telah menemukan lokasi baru yang nyaman.
Penggunaan aroma kulit durian hanya bisa dilakukan pada musim panen saja, biasanya November – Maret. Selebihnya, agak sulit untuk mencari kulit durian. Belum diketahui apakah aroma durian sintetis (misalnya essence durian) juga efektif untuk mengusir burung.
c. Bintaro
Jenis buah lain yang bisa mengusir tikus adalah bintaro. Buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau tua. Cara menggunakannya pun cukup dengan menyimpan buah yan sudah disobek pada sisi kanan dan kiri, dengan tujuan untuk mengeluarkan getahnya yang ada di bagian dalam.
Getah buah bintaro inilah yang ditakuti tikus. Buah ini bisa diletakkan di lokasi yang sering dilewati tikus, atau di sekitar kandang penangkaran burung.
d. Daun sirsak
Daun sirsak sejak dulu sering dimanfaatkan untuk mengusir tikus. Caranya dengan meletakkan beberapa lembar daun sirsak di tempat yang sering dilalui tikus, dasar kandang penangkaran, atau sekitar kandang.
e. Daun mint
Aroma dari daun mint (Mentha codifolia) terbukti bisa mencegah dan mengusir tikus. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, mencampur bubuk daun mint dengan air, lalu dimasukkan dalam botol semprotan / sprayer. Semprotkan di tempat-tempat yang dilalui tikus atau sekitar kandang penangkaran.
Kedua, oleskan daun mint pada kertas karton, lalu letakkan di lokasi yang sering dilalui tikus. Aroma daun mint akan membuat tikus merasa terganggu dan akhirnya pergi dari lokasi tersebut.
f. Tanaman berduri tajam
Anda juga bisa menanam tanaman berduri tajam di sekitar kandang penangkaran. Tanaman berduri panjang akan membuat tikus enggan menghampiri kandang dan melewatinya.
Ada beberapa jenis tanaman yang memiliki duri tajam, misalnya mawar, kaktus, euphorbia, dan acanthus atau jeruju.
g. Kapur barus (Dryobalanops aromatica)
Hancurkan beberapa buah kapur barus hingga kasar, lalu sebarkan di sekitar kandang penangkaran atau tempat yang sering dilalui tikus. Selain efektif mencegah dan mengusir tikus, aromanya juga bisa membuat daerah di sekitar kandang menjadi lebih wangi.

3. Membuat kapok tikus atau memberi trauma pada tikus
Cara terakhir ini cukup unik, yaitu membuat kapok tikus sehingga enggan datang lagi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Memelihara jangkrik dewasa
Sebagai penggemar burung, kita tentu memanfaatkan jangkrik untuk pakan burung. Jika kebetulan Anda mendapati jangkrik yang sudah dewasa , maka jangkrik juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan sekitar kandang dari ancaman tikus.
Caranya, jangkrik dipelihara dalam wadah khusus dan diletakkan di sekitar kandang atau di ruang tempat sangar burung digantang. Suara jangkrik berisik bisa mencegah tikus datang ke tempat tersebut.
2. Semprotkan larutan cabai dan deterjen
Anda juga bisa mengusir tikus dengan membuat larutan yang terdiri atas campuran cabai dan deterjen. Tapi ingat, campuran ini jika tersentuh kulit akan terasa sangat perih dan terbakar. Jadi, hati-hatilah saat membuatnya, agar tidak mengenai kulit dan mata.
Campurkan cabai yang telah ditumbuk dengan sabun detergen, lalu beri sedikit air, kemudian diaduk hingga merata. Setelah itu, larutan dimasukkan dalam botol semprotan / sprayer.
Semprotkan larutan ini ke arah tikus, dan usahakan langsung mengenai tubuh atau pantat tikus. Rasanya yang panas akan membuat tikus kapok datang lagi ke rumah Anda.
3. Beri pakan umpan yang dicampur baking soda
Tikus merupakan hewan pengerat yang tidak bisa mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya. Karena itu, mengusirnya dengan menggunakan baking soda bisa menjadi salah satu alternatif cukup ampuh .
Caranya, siapkan pakan umpan yang telah diberi baking soda, letakkan pada lokasi di mana tikus sering lewat atau di sekitar kandang penangkaran.
Begitu termakan, baking soda langsung bereaksi. Karena tikus tidak bisa buang gas, maka perutnya akn merasa tidak enak terus-menerus. Dengan cara itu, tikus akan kapok dan tidak bakal lagi berkunjung ke tempat Anda.
4. Mengecat tikus dengan warna terang
Cara berikutnya mungkin cukup menggelikan. Sebab Anda harus bisa menangkap seekor tikus terlebih dulu. Jika sudah tertangkap, silakan cat bilunya dengan warna-warna terang, misalnya putih atau kuning.
Ketika tikus tersebut dilepaskan, maka kawan-kawannya yang biasa mendatangi rumah atau kandang penangkaran akan ketakutan. Jadi, tikus yang dicat ini bertugas mengusir tikus lainnya. Untuk lebih awet, sebaiknya gunakan cat semprot agar tidak mudah luntur.
Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengusir tikus yang sering mengganggu burung peliharaan Anda, bahkan sering mengganggu seisi rumah,
Perlu diketahui, efektivitas dari beberapa metode di atas juga tergantung dari beberapa faktor. Misalnya, konstruksi kandang penangkaran atau rumah kita, banyaknya makanan yang bisa ditemukan di sekitar kandang / rumah, lokasi kandang berdekatan dengan selokan, dan sebagainya.

Namun, kita tidak akan pernah mengetahui hasilnya jika tidak pernah mencobanya.

Kamis, 26 Maret 2015

Tips penjemuran burung kicauan


Sinar matahari merupakan variabel penting dan bahkan utama dalam kehidupan burung, termasukburung kicauan yang dipelihara para penghobi burung. Keperluan sinar matahari yang utama adalah untuk:
1. Pengubahan pro vitamin D menjadi vitamin D di dalam tubuh burung. 2. Membunuh jamur danmikroba di sangkar dan di tubuh burung. 3. Menghangatkan tubuh burung.
Di luar ketiga hal itu, masih banyak kegunaan sinar matahari tetapi yang utama adalah ketiga hal tersebut di atas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penjemuran

1. Jemur dari waktu sepagi mungkin, bahkan kalau bisa sebelum waktu fajar sehingga sekaligus untuk pengembunan. Pengembunan bagus dilakukan untuk burung agar mereka bisa mendapatkan kesegaran udara pagi hari, yang diasumsikan kondisi udaranya masih bersih tidak terkena polusi debu siang hari.
2. Jangan lakukan penjemuran melewati pukul 09.00 karena selepas waktu itu sinar ultarviolet bisa membuat bulu burung rusak. Selepas waktu itu, bisa dilakukan untuk penanganan atau treatment khusus burung untuk tujuan tertentu misalnya lomba, membuat tambah gacor, lebih ramping dan sebagainya.
3. Jangan menjemur dengan sangkar dikerodong, khususnya untuk daerah panas. Penjemuran dengan sangkar burung dikerodong, bisa menyebabkan burung mendapat panas yang berlebihan. Burung bisa kekurangan oksigen dan bisa mati kepanasan. Untuk daerah dingin, hal ini bisa jadi tidak menimbulkan masalah serius.
Untuk penghobi yang bekerja pagi-malam
Untuk penghobi yang harus berangkat kerja pagi hari dan pulang sore hari, bisa menempatkan burung di tempat tertentu di mana burung mendapatkan sinar matahari dan pada sekitar pukul 09.00 sinar matahri sudah tertutup atap/dedauaan. Kalau kondisi tidak memungkinkan, maka lakukan penjemuran pada pagi hari minimal sepekan sekali (waktu libur dan sebagainya).
Sebelum atau sesudah dimandikan?
Kalau Anda mengeluarkan burung sejak subuh, maka burung bisa dimandikan dalam karamba pada pagi hari antara pukul 06.00 – 07.00 dan bisa langsung dijemur karena sinar matahri belum panas sehingga tidak membuat bulu mengkerut/keriting.
Kalau Anda memandikan selepas pukul 08.00, maka sebelum dijemur perlu diangin-anginkan dulu sehingga kondisi bulu sudah teratur rapi (dirapikan si burung sendiri).
Kalau Anda langsung menjemur setelah burung dimandikan dalam kondisi sinar matahari yang sudah panas, maka sebelum bulu sempat dirapikan burung, maka bulu sudah telanjur kering. Hal ini menyebabkan bulu menjadi keriting, tidak tertata rapi.
Soal menjemur apakah sebelum atau sesudah dimandikan, jika hal itu dilakukan semua pada pagi hari, maka tidak ada perbendaannya. Tetapi kalau dengan sangat terpaksa Anda hanya bisa memandikan burung setelah burung dijemur (belum sempat memandikan pada pagi hari misalnya), maka sebelum memasukkan ke karamba atau disemprot, pastikan burung sudah diangin-anginkan dulu sehingga suhu tubuhnya sudah turun.
Bagaimana jika kesempatan untuk memandikannya hanya pada sore hari? Nggak masalah, enjoy saja. Mandikan burung, diangin-anginkan dan dijemur dengan panas matahari sore (sebaiknya selewat kam 16.00 sehingga sinar matahari sudah tidak terlalu panas.
Benarkah penjemuran bisa mengurangi kegemukan?
Bisa dikatakan iya, tetapi hubungannya tidak langsung. Dengan burung dijemur, maka dia merasa panas dan kehausan. Dalam kondisi seperti ini burung akan lebih banyak minum ketimbang makan, dan karenanya konsumsi karbohidrat berkurang sehingga tidak banyak terjadi penumpukan lemak. Atau, burung bisa mendapatkan tenaga dari pembakaran lemak tubuhnya sehingga burung bisa menjadi lebih langsing.
Apakah penjemuran bisa membakar lemak? Nah hal ini hanyalah mitos. Tidak ada cerita bahwa sinar matahari bisa menyebabkan terjadinya pembakaran lemak di dalam tubuh. Cairan yang keluar dari tubuh burung yang dijemur bukanlah hasil pembakaran lemak tetapi cairan air. Itulah mengapa burung yang banyak jemur bisa terlihat singset karena dia tidak banyak mengonsumsi karbohidrat tetapi air.
Perlu ditekankan lagi bahwa burung akan mengeluarkan banyak energi yang bisa memacu pembakaran lemak (dengan asumsi ada pembatasan pakan) sehingga burung langsing adalah ketika dia banyak dimandikan. Dengan banyak dimandikan, maka burung akan banyak melakukan gerakan-gerakan menata bulu (didis-bahasa Jawa). Pada saat yang sama, untuk menghangatkan badan, burung memerlukan energi. Jika dari sisi pakan ada pengurangan karbohidrat, maka mau tidak mau burung akan melepas lemak di tubuhnya dan dibakar sehingga berubah menjadi energi. Maka menjadi langsinglah dia.
Jenis burung dan keperluan jemur
Masing-masing jenis burung memerlukan treatment yang berbeda dalam penjemuran. Hal itu disesuaikan dengan kebiasaan burung sejenisnya di alam.
1. Untuk burung-burung jenis anis, seperti anis merah atau punglor merahanis kembang,anis macankacer poci atau sekoci dan kacer hitamsulingan atau tledekanjenis-jenis cucakmurai batu dan sebagainya, maka keperluan mereka untuk penjemuran relatif sedikit dibandingkan jenis burung pemakan biji-bijian.  Sebab burung jenis-jenis itu di alam sana hidup di antara pepohonan yang rindang dan tidak terbiasa berjemur berlama-lama.
2. Untuk burung-burung jenis pemakan biji seperti kenarigelatikbranjanganperkutut,derkukulovebird dan beberapa  burung paruh bengkok lain, bisa dilakukan penjemuran relatif  lebih lama ketimbang burung-burung jenis anis ataupun cucak. Bahkan dalam berbagai kasus, beberapa burung yang macet bunyi bisa diterapi dengan  penambahan waktu jemur diimbangi dengan banyak mandinya. Misalnya lovebird atau kenari, memerlukan panas yang relatif banyak.
Burung-burung pemakan biji umumnya hidup di padang rumput, ladang jagung, gandum, milet dan sebagainya yang merupakan daerah terbuka dan banyak kena sinar matahari.
3. Ada beberapa pengecualian dalam hal ini, misalnya untuk burung jalak surenkakatua,pentet atau cendet dan beberapa burung lainnya. Burung jalak suren misalnya, meski dia bukanlah pemakan  biji tetapi pada habitat aselinya dulu dia selalu berada di persawahan atau rawa-rawa yang relatif mendapat banyak sinar matahari. Meski demikian, burung jalak suren tidak memerlukan penjemuran yang lama jika dipelihara di rumahan.
Sedangkan burung kakatua dan bebera jenis nuri, meskipun mereka pemakan biji-bijian tetapi mereka lebih banyak berasal dari habitat hutan dengan memakan biji-bijian dari pepohonan yang besar dan rindang.
Sedangkan untuk burung pentet atau cendet, dia adalah burung pemakan serangga dan bahkan juga makan burung lain yang lebih kecil (predator), terutama anakan di sarang. Di Bali sana misalnya, burung pentet atau cendet adalah musuh utama para pemilik penangkaran alam anis merah, selain ular dan biawak serta beberapa jenis hewan pemangsa anakan anis merah lainnya. Cendet atau pentet terbiasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi atau bebatuan dan sebagainya ketika mengincar mangsanya. Dengan demikian pentet bisa tahan berjam-jam di bawah sinar matahari.
Ada beberapa pengecualian untuk beberapa jenis burung lain yang tidak saya sebutkan di sini. Tetapi, sementara ini dulu ya artikel tentang penjemuran untuk burung kicauan.

Suara rapat burung pelatuk kepala-merah untuk masteran

Alunan lagu yang rapat, dengan irama cepat, tampaknya masih menjadi suara masteran favorit para kicaumania di Indonesia. Burung peliharaan yang mampu menguasai lagu-lagu masterannya ini diketahui bisa memiliki irama lagu yang cukup panjang, bahkan nyaris tanpa jeda, sehingga bisa langsung beralih ke suara isian yang lainnya. Salah satu burung master dengan tipikal seperti itu adalah pelatuk kepala-merah / red-headed woodpecker.



Red-headed woodpecker (Melanerpes erythrocephalus) atau burung pelatuk kepala-merah banyak ditemukan di Amerika Utara, termasuk Kanada. Sesuai dengan namanya, ciri khas burung ini adalah kepalanya yang berwarna merah tanpa jambul. Tubuh bagian atas dan bawahnya berwarna hitam dan putih.
Burung ini memiliki kebiasaan menimbun pakannya (berupa serangga dan biji-bijian) pada celah-celah kayu, tiang-tiang pagar, atau pada celah-celah di atap gudang / rumah. Mereka sering menangkap belalang atau jangkrik, lalu menyelipkannya di antara celah-celah kayu sampai terjepit erat agar mangsanya tidak mudah lepas.
Burung pelatuk kepala-merah juga cukup agresif dan sangat teritorial. Ia tidak ragu-ragu membuang atau merusak telur burung lain yang ada dalam sarang yang dijumpainya, setelah itu menghancurkan sarangnya, termasuk telur-telur miliki unggas lain seperti bebek, ayam, bahkan angsa.

Burung pelatuk kepala-merah memiliki perilaku agresif dan sangat teritorial.
Sifat dan keberanian burung pelatuk kepala-merah bahkan menjadi inspirasi dalam budaya manusia. Suku Indian Cherokee menjadikannya sebagai simbol perang. Bahkan sebuah puisi epik dari Longfellow yang berjudul “The Song of Hiawatha” menceritakan bagaimana Hiawatha bersyukur atas pelayanan yang diberikan burung yang memiliki kepala merah ini.
Karena bulu tubuhnya berwarna hitam-putih, burung ini kerap dijuluki sebagai flying checker-board (papan catur terbang). Di atas segalanya, suara kicauannya cukup unik dan bagus untuk memaster berbagai jenis burung kicauan kesayangan Anda.

kicauan versi 1
kicauan versi 2
kicauan versi 3
kicauan versi 4