Padahal, tanpa kita sadari, sebagian besar Kacer yang juara pun pernah mengalami mbagong. Tapi karena kejelian dan ketelatenan yang merawat, sifat mbagong Kacer tersebut bisa dihilangkan.
Karena pada dasarnya, karakter mbagong adalah alamiah bagi Kacer sesuai kondisi tubuh dan mentalnya. Burung Kacer yang bagus pun, pasti memiliki karakter mbagong. Namun karena kondisinya yang terawat dengan bagus, sehingga kesehatan dan mentalnya terjaga dari kejadian mbagong.
Untuk menghindari malu memelihara Kacer mbagong, banyak yang menyarankan untuk membeli di lapangan latber atau lomba, karena sudah teruji. Namun, hal itu bukanlah jaminan 100% Anda tidak mendapatkan Kacer mbagong, karena rawatan Anda juga sangat menentukan nantinya.
Penyebab Kacer mbagong pun berbeda-beda antara burung satu dengan burung Kacer lainnya. Karena banyak faktor internal dan eksternal yang bisa mempengaruhi kondisi fisik dan mental Kacer tersebut. Karenanya, merawat Kacer harus mencari tau dan mencatat apa saja kira-kira berpotensi memicu Kacer yang dirawatnya mbagong. Sehingga, pengondisian secara maksimal bisa dilakukan dan diharapkan karakter mbagong tidak muncul saat digantang.
Bagaimanapun, sebagai makhluk hidup, kondisi kesehatan Kacer tidak bisa selalu fit, birahi stabil, dan sebagainya. Karenanya, yang paling penting dalam merawat Kacer adalah bagaimana menjaga kondisinya selalu fit.
Tak kalah dengan jenis burung lomba lainnya, bermain Kacer juga ada seninya. Dengan memahami karakter burung dan menyesuaikan asupan makan dan vitaminnya, setidaknya perawat Kacer tidak deg-degan saat menurunkan Kacer di ajang lomba.
Menyelidiki Penyebab Kacer Mbagong
Seperti sudah diungkapkan di atas, mbagong adalah karakter alamiah Kacer yang sudah bawaan sejak lahir. Jika ada Kacer yang anti mbagong, perbandingannya adalah 1:1000 mungkin lebih.
Rawatan kurang maksimal biasanya menjadi penyebab utama Kacer mbagong. Jika Kacer sudah terlanjur full mbagong, sebaiknya tidak dibawa ke lomba, karena akan sia-sia. Tetapi jika mbagong hanya karena kurang pengalaman di ajang lomba, masih besar kemungkinan untuk dihilangkan sifat mbagongnya. Bagi Kacer yang belum pengalaman di lomba, apalagi tidak mendapatkan rawatan lomba, Kacer berpotensi mbagong dan akan nampil sebentar. Kacer yang belum terbiasa ikuti lomba dan tenanganya kurang, rawan demam panggung,
Penyebab lainnya, adalah perawatan yang kurang tepat. Baik dalam hal mandi, jemur dan pemberian ekstra fooding (EF). Karena Kacer adalah burung yang bersifatfighter, maka perlu pengontrolan yang tepat atas birahinya.
Beberapa pemain Kacer percaya, kebanyakan mandi akan mengundang birahi. Dalam keadaan basah, Kacer akan sering merawat bulunya sewaktu dijemur (ndidis) sehingga bisa memancingnya gampang mbagong.
Karena Kacer termasuk burung yang suka cuaca panas, maka pemberian EF kroto sebaiknya sedikit saja agar birahinya tidak meningkat. Sementara pemberian jangkrik bisa 10-20 sehari karena tubuh jangkrik bersifat dingin dan berfungsi menjerihkan suara. Kebanyakan EF, seperti kroto, jangkrik, dan ulat hongkong, juga memicu Kacer mbagong karena terlalu kekenyangan berujung ke peningkatan birahi. Karenanya, pemberian buah-buahan sangat disarankan untuk menurunkan birahinya saat kebanyakan mengonsumsi EF lainnya.
Selain itu, intensitas penjemuran yang berlebihan juga membuat Kacer rawan mbagong. Penjemuran yang tepat adalah saat matahari terbit sampai pukul 09.00 atau 10.00 WIB.
Saat memasuki area lomba, disarankan Kacer dijaga kondisinya agar tetap optimal. Perawat harus tahu kondisi apa dan penyebab apa Kacer itu biasanya mbagong dan dalam kondisi seperti apa yang tidak membuat mbagong jika ketemu Kacer lain. Dengan mengetahui hal itu, bisa menekan semaksimal mungkin agar Kacer tidak mbagong saat digantang.
Selain mbagong, masalah lain yang menghantui Kacer adalah mabung tidak tuntas, gampang rontok bulu, nyekukruk tidak semangat, tidak mau nagen atau nampil di lomba, dan turun tangkringan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar